Image Processing – TensorFLow

  • Berkaitan tentang image processing, dari beberapa sumber yang saya baca baik dari buku, jurnal dan website, mereka cenderung menggunakan Python Language sebagai bahasa pemrograman. Dan bagi para pengguna Mac iOS, Python itu sebenarnya sudah terinstall, jadi kita gak perlu mendownloadnya lagi. But, lebih baik menambahkan fitur virtualenv sebagai virtual environment, jadi walaupun versi Python di upgrade kita tinggal menambahkan beberapa package data yang dibutuhkan saja.
  • CUDA. Bagi kalian yang ingin melakukan proses menggunakan jumlah data yang besar (big data), akan lebih baik menambahkan fitur CUDA dari NVIDIA di GPU komputer. Penggunaan CPU biasa mungkin dapat memakan waktu lama dan kita sulit melakukan operasi tasks lain dalam waktu yang bersamaan. Tapi kalau kita menjalankannya di GPU, waktu yang digunakan mungkin menjadi lebih singkat, sementara kita bisa melakukan tasks lain menggunakan CPU.
  • Image processing memerlukan kapasitas disk yang cukup besar, lebih baik jangan menggunakan laptop dalam menjalankan semua proses dan menyiman data.
  • Bagi yang mau coba tutorial Deep Learning/ Machine Learning, saya sarankan  agar tidak meng-input data terlalu banyak. Dari 3 hari lalu dan sampai sekarang, saya masih menunggu si ‘sistem belajar’, karena menggunakan image data sebanyak 20.000 lembar. (iMac OS X El Capitan, 3 GHz Intel Core i7, Library: Cifar10)
  • Dan di Macbook Pro OS X Yosemite, saya menjalankan prosess DL menggunakan Tensorflow (Google Opensource Library), dan prosessnya hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja, dengan data input sebanyak 1200 image data.

Asking, Judging, Repeat.

Memasukki minggu kedua di bulan Ramadhan, dan itu berarti tinggal 2 minggu lagi sebelum pertanyaan-pertanyaan dengan frekuensi melebihi 20kHz bermunculan. Yang anehnya, pertanyaan ini sangat sering ditanyakan oleh orang yang mungkin kita ga kenal, atau hanya pernah bertemu sekali-dua kali saja.

We need “filters” to our ears.

“Kapan nyusul? Kapan marriednya? Udah umur berapa lho, masa ga nikah-nikah?”. Ini  adalah contoh pertanyaan yang sering diluncurkan kepada pasangan yang pacaran udah lama tapi belum juga mengambil keputusan buat menikah. Atau kepada mereka yang sudah menikah tak jarang mendapat pertanyaan, “Udah isi belum? Kamu udah hamil? Anaknya laki-laki atau perempuan?”, dengan santainya meluncurkan pertanyaan klise hanya untuk sekedar berbasa-basi tanpa memikirkan perasaan orang yang ditanya. Terlebih saat berkumpul bersama saat momen hari raya, hari dimana kita saling bercakap tentang hal baik di hari yang mulia.

Memutuskan untuk menikah, bukan hal yang mudah, seperti membalik telapak tangan.

Dan dikaruniai seorang anak, bukan seperti membuat kue, tinggal campur adonan, kemudian langsung jadi.

Continue reading “Asking, Judging, Repeat.”

Kegagalan Sebagai Awal

Ga ada satupun manusia di bumi ini yang selama hidupnya ga pernah mengalami suatu kegagalan. Dan ga ada pula satu orang pun yang kebal rasa sakit, saat yang diharapkan ternyata meleset dari jalan pikiran. Iya, saya, kamu, kita, semua pasti pernah gagal, entah itu menyangkut hal sepele atau besar, tentang pelajaran atau roman, dan tentang mimpi di masa depan.

Seiring waktu berjalan, saya menyadari bahwa kehidupan dimulai saat kita belajar mengenal suatu kegagalan, bukan sebagai hal yang harus ditakuti atau dihindari. Namun sebaliknya, anggaplah itu sebagai batu lompatan dan pembelajaran untuk berbuat lebih baik. Sakit saat terjatuh, membuat kita lebih berhati-hati melangkah. Rasa kecewa mengajarkan kita agar tidak berharap berlebih, terutama pada manusia. Dan penyesalan membuat kita berpikir lebih bijak sebelum mengambil keputusan.

Hidup ini penuh pembelajaran. Dan Tuhan memberi kita kesempatan berkali-kali untuk mencoba, sebelum akhirnya kita berhasil meraihnya. Yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan tujuan dan keinginan awal, semua bisa diusahakan selama kita masih mau mencoba.

Tahu kisah Thomas Alva Edison? Menghabiskan total hampir 6000 bahan, beliau menghadapi puluhan-bahkan ratusan kali eksperimen gagal sebelum bohlam berhasil diciptakan. Begitu juga dengan para penemu ilmiah lain, hampir mustahil ada yang dapat berhasil menemukan hal baru tanpa disertai kegagalan sebelumnya.

Satu hal yang bisa saya simpulkan disini, “Gagal, kegagalan” bukan saat kita tidak mendapat apa yang kita harapkan, tapi kegagalan sesungguhnya adalah disaat kita kehilangan tujuan awal, sinar harapan dan kepercayaan diri, bahwa kelak semua akan berhasil terwujud.

sign

Lombok, Keindahan di Barat Indonesia

Escaping to Gili

Acara pesta pernikahan mungkin cuma berlangsung satu hari aja, tapi capeknya bukan main, dari atas kepala sampai ujung kaki. Karena gak punya waktu yang cukup panjang untuk berlibur, saya dan suami sepakat untuk menikmati bulan madu kami di dalam negeri saja dulu. We both love beach, nature, and adventure things.. Oleh karena itu, Pulau Bali, Lombok, Ora Beach menempati ‘Top Three’ daftar tempat tujuan honeymoon kami. Dan karena saya pengen banget nyobain snorkeling, akhirnya pilihan kami jatuh ke Lombok. Selain karena pantainya bagus, akses kesana ga terlalu sulit. Yay!

LOMBOKIMG_8027-1024x682.jpg

Ada beberapa pulau kecil (Gili) dengan pantai yang indah. Sebut saja Gili Trawangan, Gili Kedis, Gili Meno, Gili Air, Gili Nanggu, Gili Sundak, dan lainnya. Kali ini kami berkesempatan mengunjungi Gili Trawangan, Kedis, Nanggu, dan melakukan snorkeling dipantai sekeliling pulau. Continue reading “Lombok, Keindahan di Barat Indonesia”

Time To Change : Do Not Waste Your Time

Manusia itu, makhluk yang senantiasa ingin tahu segala hal, termasuk yang bermanfaat atau hanya sekedar memuaskan rasa penasaran. Tapi terkadang, hal yang kita gali, justru membuat kita sendiri terjerumus kedalamnya.

Saya sendiri juga tergolong orang yang ingin tahu banyak, tentang teknologi, penelitian, dan juga siapa itu boss besarnya Organisasi jubah hitam, yang ngasih obat ke Conan. Btw ya, kan selama ini banyak isu yang beredar kalau Prof. Agasa lah yang ternyata bossnya organisasi hitam tersebut. Tapi belakangan isu itu dibantah langsung oleh Gosho Aoyama, katanya boss nya itu pernah muncul dalam beberapa series di Conan manga, tapi bukan Prof. Agasa. (Akan dibahas di post selanjutnya, hehe)

Kembali lagi pada pokok bahasan post kali ini. Percuma kalau jaman sekarang kita hanya menggunakan internet hanya untuk mencari tahu urusan orang lain demi memenuhi rasa penasaran diri sendiri. Rasanya, hidup cuma berhenti sampai disitu, dan gak ada pelajaran bermanfaat yang bisa kita petik dari sana. Hidup terlalu berharga untuk buang waktu melakukan hal sia-sia.

Agree? Continue reading “Time To Change : Do Not Waste Your Time”

Self Cashier: Bakery Scan

Okay. Now I have ten minutes to write about new technology in Japan recently. This week, I read a news article about AI system that can help people saving their times. When people buy something at supermarket or shop, they’ve to line up to pay near cashier. But now, we don’t have to wait for a long time. Nowadays, with recognition systems, people can do their ‘self cashier’ like this one.

First step is, put all bread on the tray, and go to the counter. Then, put that tray under scanner, and system will recognise breads that you took. After all the breads were scanned, then you click calculate button, pay, and you get yours.

This system need high-accuracy level to recognise kind of breads. It’s kinda difficult, especially when it looks same but has different filling. And also, the chef have to maintain bread’s shape and looks, so system could recognise it easily without any error and mistakes. Anyway, some of bakery in Tokyo have implemented this Bakery Scan system to their shop, so consumer won’t wait for long time to get their bread!

sign

Gelas Kaca

Well. I’m not good at this things, talking wisely about life because I know there are still many things or problems that haven’t be solved, yet. Tapi setidaknya, semua masalah akan menjadi lebih baik jika kita tidak memandang hanya dari satu sisi saja. Bukalah kedua mata, ambil perspektif lain untuk dapat melihat di sisi baik lainnya.

Sebuah kejadian mengandung makna dibalik semuanya. Anggap saja sebuah gelas kaca yang berisi air setengahnya. Semua tergantung kita, mau melihat dari sisi atas, tengah, atau bawah. Jika yang dilihat hanyalah tampak atas, mungkin kita akan menemukan gelas yang berisi air penuh. Di sisi lain, ketika memandang dari tampak samping, kita melihatnya sebagai gelas yang berisi air setengah. Terakhir, kita melihat dari sudut bawah, dan akan beranggapan bahwa hanya sedikit air yang terisi dalam gelas kaca tersebut. Dengan objek yang sama, kita dapat menyimpulkannya dalam tiga arti yang berbeda, bahkan lebih.

Ya, semua tergantung dari sudut mana kita melihat. 

Glass Continue reading “Gelas Kaca”

1.1 A day. The day

Everybody wants to be happy, fall in love and to be love by someone, happy in a relationship. Semua orang punya kisah cinta yang berbeda, dari pahit perihnya, serunya kisah bersama, dan manis hingga berujung pada pernikahan, hingga maut memisahkan.

Saya juga begitu, walaupun baru mengenalnya setahun lalu, tapi dia bisa meyakinkan, terutama orang tua, bahwa kelak ia akan menjadi sosok imam yang baik dalam keluarga. Dan di umur yang ke 23 tahun, saya mendapat banyak sekali pelajaran berharga tentang kehidupan, untuk bekal di kemudian hari. Dan di tahun ini pula, sebuah peran hidup bertambah; menjadi sosok istri, bagi keluarga kecil kami.

IMG_0125 copy.jpg
Continue reading “1.1 A day. The day”