Kegagalan Sebagai Awal

Ga ada satupun manusia di bumi ini yang selama hidupnya ga pernah mengalami suatu kegagalan. Dan ga ada pula satu orang pun yang kebal rasa sakit, saat yang diharapkan ternyata meleset dari jalan pikiran. Iya. Aku, kamu, kita, semua pasti pernah gagal, entah itu menyangkut hal sepele atau besar, tentang pelajaran atau roman, dan tentang mimpi di masa depan.

Seiring waktu berjalan, aku menyadari bahwa kehidupan dimulai saat kita belajar mengenal suatu kegagalan, bukan sebagai hal yang harus ditakuti atau dihindari. Namun sebaliknya, anggaplah itu sebagai batu lompatan dan pembelajaran untuk berbuat lebih baik. Sakit saat terjatuh, membuat kita lebih berhati-hati melangkah. Rasa kecewa mengajarkan kita agar tidak berharap berlebih, terutama pada manusia. Dan penyesalan membuat kita berpikir lebih bijak sebelum mengambil keputusan.

Hidup ini penuh pembelajaran. Dan Tuhan memberi kita kesempatan berkali-kali untuk mencoba, sebelum akhirnya kita berhasil meraihnya. Yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan tujuan dan keinginan awal, semua bisa diusahakan selama kita masih mau mencoba.

Tahu kisah Thomas Alva Edison? Menghabiskan total hampir 6000 bahan, beliau menghadapi puluhan-bahkan ratusan kali eksperimen gagal sebelum bohlam berhasil diciptakan. Begitu juga dengan para penemu ilmiah lain, hampir mustahil ada yang dapat berhasil menemukan hal baru tanpa disertai kegagalan sebelumnya.

Satu hal yang bisa aku simpulkan disini, “Gagal, kegagalan” bukan saat kita tidak mendapat apa yang kita harapkan, tapi kegagalan sesungguhnya adalah disaat kita kehilangan tujuan awal, sinar harapan dan kepercayaan diri, bahwa kelak semua akan berhasil terwujud.

sign

Lombok, Keindahan di Barat Indonesia

Escaping to Gili

Acara pesta pernikahan mungkin cuma berlangsung satu hari aja, tapi capeknya bukan main, dari atas kepala sampai ujung kaki. Karena gak punya waktu yang cukup panjang untuk berlibur, saya dan suami sepakat untuk menikmati bulan madu kami di dalam negeri saja dulu. We both love beach, nature, and adventure things.. Oleh karena itu, Pulau Bali, Lombok, Ora Beach menempati ‘Top Three’ daftar tempat tujuan honeymoon kami. Dan karena saya pengen banget nyobain snorkeling, akhirnya pilihan kami jatuh ke Lombok. Selain karena pantainya bagus, akses kesana ga terlalu sulit. Yay!

LOMBOKIMG_8027-1024x682.jpg

Ada beberapa pulau kecil (Gili) dengan pantai yang indah. Sebut saja Gili Trawangan, Gili Kedis, Gili Meno, Gili Air, Gili Nanggu, Gili Sundak, dan lainnya. Kali ini kami berkesempatan mengunjungi Gili Trawangan, Kedis, Nanggu, dan melakukan snorkeling dipantai sekeliling pulau. Continue reading “Lombok, Keindahan di Barat Indonesia”

Time To Change : Do Not Waste Your Time

Manusia itu, makhluk yang senantiasa ingin tahu segala hal, termasuk yang bermanfaat atau hanya sekedar memuaskan rasa penasaran. Tapi terkadang, hal yang kita gali, justru membuat kita sendiri terjerumus kedalamnya.

Saya sendiri juga tergolong orang yang ingin tahu banyak, tentang teknologi, penelitian, dan juga siapa itu boss besarnya Organisasi jubah hitam, yang ngasih obat ke Conan. Btw ya, kan selama ini banyak isu yang beredar kalau Prof. Agasa lah yang ternyata bossnya organisasi hitam tersebut. Tapi belakangan isu itu dibantah langsung oleh Gosho Aoyama, katanya boss nya itu pernah muncul dalam beberapa series di Conan manga, tapi bukan Prof. Agasa. (Akan dibahas di post selanjutnya, hehe)

Kembali lagi pada pokok bahasan post kali ini. Percuma kalau jaman sekarang kita hanya menggunakan internet hanya untuk mencari tahu urusan orang lain demi memenuhi rasa penasaran diri sendiri. Rasanya, hidup cuma berhenti sampai disitu, dan gak ada pelajaran bermanfaat yang bisa kita petik dari sana. Hidup terlalu berharga untuk buang waktu melakukan hal sia-sia.

Agree? Continue reading “Time To Change : Do Not Waste Your Time”

Self Cashier: Bakery Scan

Okay. Now I have ten minutes to write about new technology in Japan recently. This week, I read a news article about AI system that can help people saving their times. When people buy something at supermarket or shop, they’ve to line up to pay near cashier. But now, we don’t have to wait for a long time. Nowadays, with recognition systems, people can do their ‘self cashier’ like this one.

First step is, put all bread on the tray, and go to the counter. Then, put that tray under scanner, and system will recognise breads that you took. After all the breads were scanned, then you click calculate button, pay, and you get yours.

This system need high-accuracy level to recognise kind of breads. It’s kinda difficult, especially when it looks same but has different filling. And also, the chef have to maintain bread’s shape and looks, so system could recognise it easily without any error and mistakes. Anyway, some of bakery in Tokyo have implemented this Bakery Scan system to their shop, so consumer won’t wait for long time to get their bread!

sign

Gelas Kaca

Well. I’m not good at this things, talking wisely about life because I know there are still many things or problems that haven’t be solved, yet. Tapi setidaknya, semua masalah akan menjadi lebih baik jika kita tidak memandang hanya dari satu sisi saja. Bukalah kedua mata, ambil perspektif lain untuk dapat melihat di sisi baik lainnya.

Sebuah kejadian mengandung makna dibalik semuanya. Anggap saja sebuah gelas kaca yang berisi air setengahnya. Semua tergantung kita, mau melihat dari sisi atas, tengah, atau bawah. Jika yang dilihat hanyalah tampak atas, mungkin kita akan menemukan gelas yang berisi air penuh. Di sisi lain, ketika memandang dari tampak samping, kita melihatnya sebagai gelas yang berisi air setengah. Terakhir, kita melihat dari sudut bawah, dan akan beranggapan bahwa hanya sedikit air yang terisi dalam gelas kaca tersebut. Dengan objek yang sama, kita dapat menyimpulkannya dalam tiga arti yang berbeda, bahkan lebih.

Ya, semua tergantung dari sudut mana kita melihat. 

Continue reading “Gelas Kaca”

Mini4wd AI [ミニ四駆AI]

Happy Saturday! Saya mau cerita tentang kesibukan di kampus akhir-akhir ini, yang hampir bikin pusing tiap hari. Tanggal 9 Maret lalu, saya ditunjuk sebagai perwakilan lab untuk mengikuti Game AI Tournaments 2016, di bidang Mini4wd AI.

_MG_5886.jpg1235538_1109943779056520_9026869287042987209_n.jpg

Game AI Tournaments adalah sebuah kompetisi game, dimana para peserta tidak hanya memainkannya dalam mode biasa. Misalnya, di bidang Chess AI, para peserta diwajibkan menciptakan sebuah program permainan catur yang telah didesain dan diberi “kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)”. Kemudian Chess AI yang telah diciptakan para programmer, diadu dan diduelkan dengan ciptaan game maker lainnya. Disini, algoritma sistem, dan machine learning, sangatlah berperan penting. Terlebih karena kompetisi ini bukan pertandingan antar manusia, melainkan AI system vs AI system.

Saya sendiri masih tergolong pemula, karena basic saya bukan seorang gamer. Malah sejak masih anak-anak, saya dilarang bermain game, apalagi PS dan game konsol lainnya. (LOL!) (^-^;) Namun itu bukan hambatan besar, karena jika paham mengenai prinsip dasar AI system, machine learning, kita bisa menciptakan kecerdasan buatan itu sendiri.

Anyway, sistem dapat digolongkan “cerdas”, jika mereka dapat berpikir sendiri untuk mengambil keputusan dan mengalahkan lawan main. Mereka diberi data awal dalam jumlah besar yang disimpan dalam database  terlebih dulu. Kemudian, game maker yang memutuskan algoritma dan cara kerja sistem tersebut. Kalau saya, karena di bidang Mini4wd AI, terlebih dulu saya merakit rangkaian elektronik di board, kemudian memasukkan program dasar ke Arduino (Fyi, Arduino ini banyak sekali jenisnya. Tapi yang saya pakai adalah Arduino pro Mini, karena ukurannya yang kecil sehingga dapat diletakkan diatas cover Mini4wd).

12790836_1103030149747883_6169167007903719980_n (1).jpg

Continue reading “Mini4wd AI [ミニ四駆AI]”