“You Can(‘t) Seat With Us”

Siapa kita, yang bisa bicara bahwa diri lebih baik dari mereka. Siapa kita, yang memilih lawan bicara, bungkam jika merasa ia tak pantas, pergi tak membekas dengan dagu ditopang keatas.

Tanah. Kita semua berasal dari tanah, dimana semua kehidupan terlahir disana. Lalu dititipkan sebuah ruh, yang menjadikannya jiwa dalam raga, yang disebut manusia. Kita semua adalah sama, memiliki susunan rangka, jiwa, akal, dan hati. Lalu dengan perbedaan genetik turunan, lingkungan, sifat asal, terciptalah sebuah individu yang berbeda antara satu dan lainnya. Dengan kata lain, sebuah perbedaan akan semakin terlihat jelas seiring waktu serta perubahan disekeliling kita. Menurut saya, sebuah perubahan itu bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan alam sekeliling kita.

Bagai partikel angin, mengalir melalui celah ke tempat bertekanan rendah.

Atau air, mengalir mengikuti bentuk dimensi nyata. Continue reading ““You Can(‘t) Seat With Us””

なぜ

何も感じることができない人間になってしまい。選択された道でしか歩まなきゃいけないという条件。
自分の幸せより、みんなの幸せが大事
自分の夢より、みんなの願いが優先にしなきゃいけないこと。
「フレームの一枚に、幸せそうなモノが実は一番苦しいことを抱いているのかもしれない」
笑顔なんて、芝居で誰でもできるもんだから。

私だって、口に出さずことが山ほどたくさんある。
悲しくて、どうしようもないとき。ただただ泣いてばかり。
もし、時間の旅できたら、こういう不幸なモノになりたくない。
すべて、過去のこと
全部、伝えきれない気持ちを
はっきり伝えたい。
中途半端のじゃ、胸が苦しくなる
毎晩考えても無駄だ。
時間を取り戻したい_mg_6917

ただ一つの願い

息も苦しい

同じ日の去年、研究室のくつろぎ部屋で友達と一緒に昼飯食べながらテレビを見たりした。先輩と遊んだり、研究のこともなんでも相談した。
けど、今はすべてが変わった。
相談できる人がいなくなったり、共に過ごした研究室の友達はみんな忙しくなってきた。後輩がいるけど、名前すら知らない、話すことが一回もないこと。それだけでなく、私は日本語あまり喋れなくて、論文読むのは(日本語で説明することも)とても苦手で、後輩に笑われて、馬鹿にされたことがある。
((こいつ何を言ってるかを全くわからない(苦い笑で)))
聞いた瞬間に、とてもびっくりして、どうしようもない。
確かに下手ですよ、わたし。あなたみたいに、論文をうまく紹介できませんので、申し訳ありません。

胸が痛くて、その時は泣くしかできなかった。なぜ、幸せな一年だった、全て変わったのか。なぜ、話したいとき、話せなくなるのか。
怖いです。とても怖い。
また文書が間違ったら、馬鹿にされるとか。
言葉が間違ったら、笑われるかもしれない。
プレゼンができないと、またブチ切れされるのか。
私は頭が良くないと、自分もわかった。変えたいです。生まれ変われば、このような人間として歩みたくない。選択肢がないから、こんなブスであり、馬鹿な女の子になってしまった。
今年の春からずっとずっと我慢してきて、なんか…最近、我慢の限界を感じてきた。
息も苦しい。

って思った私、最近また変なことを感じてた。
正直、自分は自分のことよくわからない。何が好き。何が嫌。
好きというのはただの気持ち。目に見えないもの。自分しか感じないこと。
嫌いも同じで、自分しかわからない。表現しなければ、誰でもわからないだろう。

人間って、表があり、裏もある。
白か黒。

あ、不思議。

Ketika Rindu

  Semua berawal ketika waktu yang memilih. Ketika jarak yang sengaja melintasi batas, sehingga memisahkanku yang ingin melihat sesosok wajah yang selalu kunanti. Jika ditanya bagaimana hasrat hati ingin bertemu, lebih baik urungkanlah. Karena tak ada satupun di dunia ini yang mengerti bagaimana kidung sebuah sendu, atau hadir dari rasa ingin bertemu.

Dari kejauhan, 
ku titipkan sebuah hati
yang tak akan pernah kuminta kembali
hanya padamu, kekasih relung jiwa.
Dan aku hanya butuh satu kata kesetiaan

sudikah bila kau menjaga utuhnya dengan cinta?

  Sudah hampir 1 setengah tahun lamanya, kamar ini kuisi dengan setumpuk kertas memori. Dan selama itu pula rasa sepi itu selalu membayangi hampir di setiap mimpi malam hari. Bukan mengeluh, tapi ini adalah nyatanya bahwa aku disini sendiri. “Ketika rasa sepimu datang, apa yang kau lakukan?” Mungkin kau akan pergi keluar untuk berpergian bersama temanmu, makan diluar, atau sekedar bermain di taman. Tapi tidak disini, tidak begitu, dan bukan seperti yang kurasa.

  Lalu jika ada rasa rindu itu datang, haruskah sesak menumpuk di dada? Haruskah kutahan semua rasa dan berpura seakan tak ada apapun, lalu dengan bodohnya berkata: “Aku disini baik-baik saja.” Ataukah diutarakan walau mungkin dengan lisan yang salah. Termenung dan hanya menatapi bingkai pigura di sudut kasur. Tak jarang pula buliran air itu membasahi mata. Salahkah rasa ini? Salahkan bila ingin bertemu? Ingin memeluk erat kedua tangan yang dulu selalu ada untuk merangkul. Ingin melihat senyum simpul  yang selalu ada diwajahmu, walau ragamu letih.

   Kesendirian dan kesepian adalah satu. Mereka sama. Sebilamana keduanya pun hanya membuatku termenung, lalu terdiam. Hey, jika kamu tahu, ada seseorang disini.  Yang menanti penuh harap dan asa. Bahwa suatu saat kita bisa berpeluk mesra dalam abadi. Tanpa  batasan sebuah jarak, ataupun berjalan di sempitnya waktu. Semoga.

Rindu itu, bagai jeruji tak bersekat.

Padamu, kubagikan hangatnya lentera bulan, kala purnama itu datang.

sign

Beasiswa di Jepang

  Beasiswa. Saya mendefinisikan beasiswa itu merupakan bantuan dana dan fasilitas bagi mahasiswa/i yang sedang menempuh jalur pendidikan agar dapat terfokus, tanpa ada halangan dan rintangan dalam masalah ekonomi. Alhamdulillah, saya sendiri merupakan penerima beasiswa sejak SMA, kuliah S1, dan S2 hingga saat ini. Oleh karena itu, saya ingin berbagi mengenai tipe beasiswa,dan tips untuk mendapatkannya.

 Menurut data Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) Tokyo, saat ini ada sekitar 2500 siswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa peluang belajar dan memperoleh beasiswa di Negeri Sakura ini dapat terbilang lumayan besar. Saya sendiri merupakan pelajar Indonesia yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan disini.

 Tak sedikit para sahabat serta orang yang saya kenal menanyakan ‘gimana sih supaya dapet beasiswa ke Jepang?’ atau berapa nominal yang saya dapat tiap bulan, serta pengeluaran dan biaya hidup disini. Dan jawabannya akan saya tulis di post ini.
Continue reading “Beasiswa di Jepang”

Image Processing – TensorFLow

  • Berkaitan tentang image processing, dari beberapa sumber yang saya baca baik dari buku, jurnal dan website, mereka cenderung menggunakan Python Language sebagai bahasa pemrograman. Dan bagi para pengguna Mac iOS, Python itu sebenarnya sudah terinstall, jadi kita gak perlu mendownloadnya lagi. But, lebih baik menambahkan fitur virtualenv sebagai virtual environment, jadi walaupun versi Python di upgrade kita tinggal menambahkan beberapa package data yang dibutuhkan saja.
  • CUDA. Bagi kalian yang ingin melakukan proses menggunakan jumlah data yang besar (big data), akan lebih baik menambahkan fitur CUDA dari NVIDIA di GPU komputer. Penggunaan CPU biasa mungkin dapat memakan waktu lama dan kita sulit melakukan operasi tasks lain dalam waktu yang bersamaan. Tapi kalau kita menjalankannya di GPU, waktu yang digunakan mungkin menjadi lebih singkat, sementara kita bisa melakukan tasks lain menggunakan CPU.
  • Image processing memerlukan kapasitas disk yang cukup besar, lebih baik jangan menggunakan laptop dalam menjalankan semua proses dan menyiman data.
  • Bagi yang mau coba tutorial Deep Learning/ Machine Learning, saya sarankan  agar tidak meng-input data terlalu banyak. Dari 3 hari lalu dan sampai sekarang, saya masih menunggu si ‘sistem belajar’, karena menggunakan image data sebanyak 20.000 lembar. (iMac OS X El Capitan, 3 GHz Intel Core i7, Library: Cifar10)
  • Dan di Macbook Pro OS X Yosemite, saya menjalankan prosess DL menggunakan Tensorflow (Google Opensource Library), dan prosessnya hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja, dengan data input sebanyak 1200 image data.

Asking, Judging, Repeat.

Memasukki minggu kedua di bulan Ramadhan, dan itu berarti tinggal 2 minggu lagi sebelum pertanyaan-pertanyaan dengan frekuensi melebihi 20kHz bermunculan. Yang anehnya, pertanyaan ini sangat sering ditanyakan oleh orang yang mungkin kita ga kenal, atau hanya pernah bertemu sekali-dua kali saja.

We need “filters” to our ears.

“Kapan nyusul? Kapan marriednya? Udah umur berapa lho, masa ga nikah-nikah?”. Ini  adalah contoh pertanyaan yang sering diluncurkan kepada pasangan yang pacaran udah lama tapi belum juga mengambil keputusan buat menikah. Atau kepada mereka yang sudah menikah tak jarang mendapat pertanyaan, “Udah isi belum? Kamu udah hamil? Anaknya laki-laki atau perempuan?”, dengan santainya meluncurkan pertanyaan klise hanya untuk sekedar berbasa-basi tanpa memikirkan perasaan orang yang ditanya. Terlebih saat berkumpul bersama saat momen hari raya, hari dimana kita saling bercakap tentang hal baik di hari yang mulia.

Memutuskan untuk menikah, bukan hal yang mudah, seperti membalik telapak tangan.

Dan dikaruniai seorang anak, bukan seperti membuat kue, tinggal campur adonan, kemudian langsung jadi.

Continue reading “Asking, Judging, Repeat.”