“You Can(‘t) Seat With Us”

Siapa kita, yang bisa bicara bahwa diri lebih baik dari mereka. Siapa kita, yang memilih lawan bicara, bungkam jika merasa ia tak pantas, pergi tak membekas dengan dagu ditopang keatas.

Tanah. Kita semua berasal dari tanah, dimana semua kehidupan terlahir disana. Lalu dititipkan sebuah ruh, yang menjadikannya jiwa dalam raga, yang disebut manusia. Kita semua adalah sama, memiliki susunan rangka, jiwa, akal, dan hati. Lalu dengan perbedaan genetik turunan, lingkungan, sifat asal, terciptalah sebuah individu yang berbeda antara satu dan lainnya. Dengan kata lain, sebuah perbedaan akan semakin terlihat jelas seiring waktu serta perubahan disekeliling kita. Menurut saya, sebuah perubahan itu bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan alam sekeliling kita.

Bagai partikel angin, mengalir melalui celah ke tempat bertekanan rendah.

Atau air, mengalir mengikuti bentuk dimensi nyata. Continue reading ““You Can(‘t) Seat With Us””

Kita Bukan Tuhan

 Terlalu mudah bagi kita untuk menilai seseorang. Tanpa tahu latar belakang, tanpa peduli kebaikan apa yang pernah ia lakukan. Dan kadang, terlalu lancang lidah kita melafalkan kata. Mengunjing apa yang bukan fakta, dan mungkin berujung fitnah.

 Khatam, walau sudah dua kali saya menamatkan membaca kitab suci Al-Qur’an, saya mengaku masih banyak ilmu serta pemahaman yang belum saya mengerti sepenuhnya tentang kitab suci, tentang Islam. Yang saya tahu, semua agama mengajarkan kita sepenuhnya untuk melakukan tindakan baik. Menjauhi larangan, dan perbuatan buruk karena akan membawa petaka bagi kita dan orang lain. Dan Islam, melalui Nabi Muhammad SAW, Allah SWT menurunkan wahyu-Nya lalu kemudian dibukukan menjadi sebuah kitab, sebagai penyempurna ajaran agama terdahulu, dan juga sebagai panduan manusia melangkah dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kitab tersebut adalah Al-Qur’an, tak ada yang lain.

 Allah SWT. menciptakan Al-Qur’an sebagai ‘pemandu jalan’, kitab suci yang berisi seluruh petunjuk agar umat tidak tersesat dalam memilih dan melangkah. Karena tanpa aturan, kehidupan makhluk di dunia akan mengalami kemunduran. Moral dan mental. Semua akan semena-mena. Yang berkuasa akan menindas, dan yang lemah mulai mati perlahan.

Sebegitu sakralnya Al-Quran dalam hidup kita. Lalu, apakah pantas kitab suci dijadikaan alat dalam berpolitisi? Apa diperbolehkan menjadi alat untuk menyerang dan menjatuhkan pihak lain?  Continue reading “Kita Bukan Tuhan”

TIME TO CHANGE: Things will be better when we don’t care too much.

Tak perlu memberi tahu seberapa hebat dirimu, atau apa yang bisa kamu lakukan. Karena orang yang menyayangimu tak membutuhkan itu. Dan orang yang membencimu, akan terus mencaci tanpa menghiraukan kebaikanmu.

Suatu ketika, saya pernah membaca sepenggal quotes yang berisi kurang lebih sama dengan yang tertulis di atas, lalu terdiam sejenak lalu berpikir. “Benar juga ya.. di dunia ini, bisa dikatakan hampir mustahil jika kita berharap semua orang berada di pihak kita dan melihat dari kacamata yang sama.”, gumamku.

Setiap individu berhak menyukai, membenci, dan mencinta berdasarkan pandangan mereka masing-masing. Kita tidak bisa mengontrol apa yang ada dalam pikiran mereka. Dan menerka, hanya akan membuat kita tersiksa, bahkan bisa menimbulkan sakit hati. Kita juga tidak punya wewenang untuk menutup mulut orang lain atau melarangnya untuk bicara. Biarkan saja mereka berkata apa yang ingin mereka katakan, toh hukum alam mengenai karma itu pasti ada, dan saya percaya itu.

Adalah lebih penting jika kita memfokuskan semua pada diri sendiri, bagaimana cara mengontrol pikiran agar tetap mengacu pada tujuan awal. Jangan biarkan lingkungan merubah diri kita, atau ucapan orang lain membuat kita terus kepikiran. Bahagia, adalah kata kuncinya.

Ada saatnya kita diam.

Menutup semua pandangan tentang dunia, walau kita tidak buta.

Ada baiknya kaki ini terus melangkah.

Tanpa henti, walau mungkin lelah untuk menopang semua penat dada.

Ada benarnya menghapus memori, setelah memaafkan.

Memaknai semua lembar baru dengan warna berbeda.

sign

Kegagalan Sebagai Awal

Ga ada satupun manusia di bumi ini yang selama hidupnya ga pernah mengalami suatu kegagalan. Dan ga ada pula satu orang pun yang kebal rasa sakit, saat yang diharapkan ternyata meleset dari jalan pikiran. Iya, saya, kamu, kita, semua pasti pernah gagal, entah itu menyangkut hal sepele atau besar, tentang pelajaran atau roman, dan tentang mimpi di masa depan.

Seiring waktu berjalan, saya menyadari bahwa kehidupan dimulai saat kita belajar mengenal suatu kegagalan, bukan sebagai hal yang harus ditakuti atau dihindari. Namun sebaliknya, anggaplah itu sebagai batu lompatan dan pembelajaran untuk berbuat lebih baik. Sakit saat terjatuh, membuat kita lebih berhati-hati melangkah. Rasa kecewa mengajarkan kita agar tidak berharap berlebih, terutama pada manusia. Dan penyesalan membuat kita berpikir lebih bijak sebelum mengambil keputusan.

Hidup ini penuh pembelajaran. Dan Tuhan memberi kita kesempatan berkali-kali untuk mencoba, sebelum akhirnya kita berhasil meraihnya. Yang terpenting adalah jangan sampai kita kehilangan tujuan dan keinginan awal, semua bisa diusahakan selama kita masih mau mencoba.

Tahu kisah Thomas Alva Edison? Menghabiskan total hampir 6000 bahan, beliau menghadapi puluhan-bahkan ratusan kali eksperimen gagal sebelum bohlam berhasil diciptakan. Begitu juga dengan para penemu ilmiah lain, hampir mustahil ada yang dapat berhasil menemukan hal baru tanpa disertai kegagalan sebelumnya.

Satu hal yang bisa saya simpulkan disini, “Gagal, kegagalan” bukan saat kita tidak mendapat apa yang kita harapkan, tapi kegagalan sesungguhnya adalah disaat kita kehilangan tujuan awal, sinar harapan dan kepercayaan diri, bahwa kelak semua akan berhasil terwujud.

sign

Gelas Kaca

Well. I’m not good at this things, talking wisely about life because I know there are still many things or problems that haven’t be solved, yet. Tapi setidaknya, semua masalah akan menjadi lebih baik jika kita tidak memandang hanya dari satu sisi saja. Bukalah kedua mata, ambil perspektif lain untuk dapat melihat di sisi baik lainnya.

Sebuah kejadian mengandung makna dibalik semuanya. Anggap saja sebuah gelas kaca yang berisi air setengahnya. Semua tergantung kita, mau melihat dari sisi atas, tengah, atau bawah. Jika yang dilihat hanyalah tampak atas, mungkin kita akan menemukan gelas yang berisi air penuh. Di sisi lain, ketika memandang dari tampak samping, kita melihatnya sebagai gelas yang berisi air setengah. Terakhir, kita melihat dari sudut bawah, dan akan beranggapan bahwa hanya sedikit air yang terisi dalam gelas kaca tersebut. Dengan objek yang sama, kita dapat menyimpulkannya dalam tiga arti yang berbeda, bahkan lebih.

Ya, semua tergantung dari sudut mana kita melihat. 

Glass Continue reading “Gelas Kaca”

島の想い

つい最近、良い人や面白い仲間に囲まれて、本当に良かった。普段笑わない私は、一瞬変わったように、楽しい日々を過ごした。日本語があまりできないし、論文読むことが苦手わ勉強にいつも応援を頂き、何でも何回も相談した。遊びにもよく付き合ってて、忘れられない日々になった。一緒に居たい。もう少しい時間を伸ばしたいなぁって思ってる。繰り返すと、素敵な一年間であり、

今は悲しい。

心は寂しい。

…だと、ずっと心の中に思い込んでいる。でも、みんなの歩んで行く道はそれぞれ違うだろう。私とあなた、今は同じ場所にいるけど、いつかここから離れる。そして、手を降って前に向かって進んでいく。その時、「また会おう!」と約束する。

そう。出会いがあれば、別れの時もきっとくるだろう。だから、誰かと付き合っている内に、できれば、たくさんたくさんの良い思い出を作ろう。記憶に残し、いつかその瞬間を思い出したら、笑う、それとも、涙が出る。

日間賀島の朝 

いや、「さよなら」っていうのじゃない。

私たちは、明日じゃなくても、また別の日に

違うところで、きっと逢うでしょう?

sign

Di 52 Tahun Lalu

Hanya waktu yang mengajariku, mengenai cinta sejati, arti kasih sesungguhnya.

Bukan belaian ketika terjatuh, bukan pula pujian ketika aku bersalah.

Lalu mengajarkan untuk melompat, bukan batu yang disingkirkan agar tak tersandung.

Namun dekapan itu seolah mengatakan, “Tak akan ada yang lebih mencintaimu selebih cintaku padamu. Dan takkan ada yang menggantikan, hangat peluk seorang Ibu”

Hanya ingatan yang kuputar kembali di usia dua puluh tiga-ku, dalam tahun ke lima puluh dua dalam hidupmu.

Tentang nyaman dalam peluk, serta indah senyuman di hari itu.

Selamat hari ulang tahun, Mama. Doa kupinta dalam sujudku pada-Nya.

_MG_5616.jpg

Salam hangat dari kejauhan beribu jarak..

sign

2016

  Happy New Year! from 111 class, and now I’m writing post while my ears listen to the lecture and my brain works hard for both activities. Last December, I back to my country for about two weeks, and I did my wedding preparation such as took pre-wedding photos, decided the design of invitation letter, and so on. I spent my day in Jakarta because our pre-wedding photoshoots was held on some spots around Jakarta, such as Hauwke’s Auto Gallery, Mangroove, Anyer Beach, Kota Tua and Cafe Batavia. I trust Orion Photography to capture my wedding photoshoots. Overall, I really pleased with their jobs because they listened to our requests and advices. But, I will post about my pre-wedding photos later.

2016 RESOLUTIONS

  New Years Resolutions are fun to make but extremely difficult to maintain. Same like others, I hope that in this year, my life will be better that last one and wish all things will go well. Getting married, be a good wife, my research goes well, getting scholarship for this year, he passes for his exam, get healthier, saving more money, travelling to Europe, and many more. Talking about marriage and the ceremony, I really thank to my mom because she can handle almost of all the wedding preparations, without any help from wedding organisations, she knows the best!

Start new step on business!

Yes, I’m a newbie on this field, and really, I didn’t know how to start it at first. I made an online store at Instagram which is named by GIFstore_japan. Here, I sell any Japanese goods, toys, clothes, and snacks. Not only that, buyer can pre-order things that they want, and I’ll get it for them. What about the price? Don’t worry, because I make it as Pre-Order-System, so I don’t buy things that I won’t sell to consumers. And it makes me set the price at lower rate. Compare it with other online shopping in Instagram if you want! :]

Research goes well!

Hanya Sensei dan Tuhan yang tahu… dan gak muluk-muluk, aku hanya butuh dua kali presentasi dalam negeri (Jepang) dan satu kali publikasi luar negeri, untuk melanjutkan studi Doktor. Semoga Tuhan melapangkan jalanku dalam bidang pendidikan. Amin. (*sujudpasrah*)

Intinya, semua yang terbaik untuk tahun ini. Ganbarou 🙂

– G.A

Achievements or Child?

      Dear girls, it’s true that we have to study at formal education as high as possible. But when we achieved high education through formal education, it doesn’t mean that we have to work/get a job by 24hrs a day to get money and achievements. The main is: with our knowledge, we teach our child. Read this below article, (which was written by Suara Pembaruan), and find out that as a girl/woman/mother, we have to take care of children’s future, not job/money/achievements as the most important thing in life.
From Flickr
From Flickr

Continue reading “Achievements or Child?”