Time To Change : Do Not Waste Your Time

Manusia itu, makhluk yang senantiasa ingin tahu segala hal, termasuk yang bermanfaat atau hanya sekedar memuaskan rasa penasaran. Tapi terkadang, hal yang kita gali, justru membuat kita sendiri terjerumus kedalamnya.

Saya sendiri juga tergolong orang yang ingin tahu banyak, tentang teknologi, penelitian, dan juga siapa itu boss besarnya Organisasi jubah hitam, yang ngasih obat ke Conan. Btw ya, kan selama ini banyak isu yang beredar kalau Prof. Agasa lah yang ternyata bossnya organisasi hitam tersebut. Tapi belakangan isu itu dibantah langsung oleh Gosho Aoyama, katanya boss nya itu pernah muncul dalam beberapa series di Conan manga, tapi bukan Prof. Agasa. (Akan dibahas di post selanjutnya, hehe)

Kembali lagi pada pokok bahasan post kali ini. Percuma kalau jaman sekarang kita hanya menggunakan internet hanya untuk mencari tahu urusan orang lain demi memenuhi rasa penasaran diri sendiri. Rasanya, hidup cuma berhenti sampai disitu, dan gak ada pelajaran bermanfaat yang bisa kita petik dari sana. Hidup terlalu berharga untuk buang waktu melakukan hal sia-sia.

Agree?

Kita dilahirkan sebagai makhluk individual, yang hidup dalam lingkungan dan membuat kita menjadi makhluk sosial serta berinteraksi dengan orang lain. Tetapi, seringnya berkomunikasi, terkadang membuat kita lupa diri dan masuk dalam area yang bukan seharusnya milik kita. Contohnya, mencari tahu, mengumbar cerita tentang orang lain padahal yang kita tahu hanya kulit luarnya saja. Memasuki wilayah yang bukan hak milik, bisa menghilangkan nilai respect seseorang terhadap diri kita sendiri.

Menceritakan hal buruk tentang orang lain, tidak membuat kita terlihat lebih baik. Dan mencari tahu tentang hal kurang bermanfaat, hanya menambah muatan otak sehingga kapasitasnya terbuang sia-sia. Bukankah lebih baik mencari tahu dan menggali ilmu untuk diri sendiri dan menemukan kesibukan positif yang bermanfaat? Dengan pola pikir beragam, manusia (harusnya) lebih kreatif menciptakan hal yang bermanfaat. Yang mungkin bisa menghasilkan uang? Dan membuat hati senang. Haha.

Saya pernah membaca buku “How To Make People To Do Stuff“. Didalamnya, sang pengarang menulis bahwa sepertiga hidup manusia, berisi pikiran kosong dan imajinasi. Merinding saya membacanya, berarti sepertiga dari umur hidup, kita melakukan sesuatu yang gak ada manfaat sama sekali. Contohnya, saat terjebak macet, kita melamun dalam mobil. Atau saat menonton acara TV lalu kita membayangkan hal lain. Secara matematika, kalau sekarang saya berumur 23 tahun, berarti 7 tahun lebih hidup saya terbuang sia-sia dengan berpikiran kosong atau melamun.

That’s why, kalau ditambah melakukan pekerjaan yang ga bermanfaat, sama saja beratti saya membuang ‘umur‘ secara sia-sia. Sudah kehilangan sepertiga waktu gara-gara melamun, masa’ iya harus kehilangan se-per-sekian umur dengan sibuk ngurusin hidup orang lain? Wah. Rugi besar.

sign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s