Gelas Kaca

Well. I’m not good at this things, talking wisely about life because I know there are still many things or problems that haven’t be solved, yet. Tapi setidaknya, semua masalah akan menjadi lebih baik jika kita tidak memandang hanya dari satu sisi saja. Bukalah kedua mata, ambil perspektif lain untuk dapat melihat di sisi baik lainnya.

Sebuah kejadian mengandung makna dibalik semuanya. Anggap saja sebuah gelas kaca yang berisi air setengahnya. Semua tergantung kita, mau melihat dari sisi atas, tengah, atau bawah. Jika yang dilihat hanyalah tampak atas, mungkin kita akan menemukan gelas yang berisi air penuh. Di sisi lain, ketika memandang dari tampak samping, kita melihatnya sebagai gelas yang berisi air setengah. Terakhir, kita melihat dari sudut bawah, dan akan beranggapan bahwa hanya sedikit air yang terisi dalam gelas kaca tersebut. Dengan objek yang sama, kita dapat menyimpulkannya dalam tiga arti yang berbeda, bahkan lebih.

Ya, semua tergantung dari sudut mana kita melihat. 

Glass

Sama seperti sebuah masalah. Jika dilihat dengan kulitnya secara keseluruhan, mungkin akan tampak besar, berkali lipatnya dari ukuran asli. Melihatnya dari tengah, kita tak akan mengerti sebab-akibat secara keseluruhan. Sedangkan jika terfokus dengan hanya melihat intinya saja, kita akan mendapati pokok inti, tanpa tahu efek dan akibat yang dapat terjadi.

Pandanglah dari berbagai sisi, dengan membuka lebar kedua mata.

Gelas tadi sebagai perumpamaan untuk sebuah hidup, kehidupan. Kita diberi bentuk dasar, jalan cerita, takdir yang semua sudah ditetapkan oleh-Nya. Kita diberi mata untuk melihat apa yang ada disekeliling. Mulut, agar dapat menyampaikan isi pikiran dan hati kita dengan orang lain. Sepasang telinga, untuk mendengar lisan yang disampaikan. Dan yang terpenting, otak, membuat kita berpikir tentang semua perihal dan peristiwa. Lalu semua ini yang membantu kita dalam membuat keputusan, memandang dari sisi gelap ataupun terang. Mengadah keatas atau menunduk kebawah. Karena bukanlah yang bijak jika ia hanya mendengar, melihat dari satu sisi saja.

Tahu mengapa dunia diciptakan dalam wujud berupa bola, dan tidak mempunyai sudut? Karena mungkin kita disuruh untuk melihatnya secara keseluruhan, dari perspektif atas, samping, bawah, dan tanpa garis batas ataupun sudut ruang yang menghalangi.

sign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s