Di 52 Tahun Lalu

Hanya waktu yang mengajariku, mengenai cinta sejati, arti kasih sesungguhnya.

Bukan belaian ketika terjatuh, bukan pula pujian ketika aku bersalah.

Lalu mengajarkan untuk melompat, bukan batu yang disingkirkan agar tak tersandung.

Namun dekapan itu seolah mengatakan, “Tak akan ada yang lebih mencintaimu selebih cintaku padamu. Dan takkan ada yang menggantikan, hangat peluk seorang Ibu”

Hanya ingatan yang kuputar kembali di usia dua puluh tiga-ku, dalam tahun ke lima puluh dua dalam hidupmu.

Tentang nyaman dalam peluk, serta indah senyuman di hari itu.

Selamat hari ulang tahun, Mama. Doa kupinta dalam sujudku pada-Nya.

_MG_5616.jpg

Salam hangat dari kejauhan beribu jarak..

sign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s