Robot vs. Manusia

Satu hal yang membuatku memilih untuk melanjutkan study ke Negeri Matahari Terbit ini adalah karena kemajuan teknologinya yang canggih, atau dapat dikatakan menduduki peringkat teratas di Asia. Berkat dari kemajuan teknologi ini, muncul sisi positif maupun negatif dari pengaplikasiannya.

Positifnya

Tentu saja ada pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan oleh manusia, atau akan berbahaya jika dilakukan secara terus-menerus. Contohnya adalah seperti mengambil sample zat dalam ruangan yang positif terkena efek kebocoran radiasi aktif. Atau seperti mengangkat beban berat yang tidak mampu dilakukan seorang diri. Disini, peranan robot dapat dikatakan untuk membantu meringankan beban pekerjaan, serta menggantikan tugas yang hampir mustahil manusia lakukan. Sedangkan dalam bidang lain, seperti entertainment, saat ini sudah banyak robot yang bisa bernyanyi, melakukan tarian sederhana, atau menghibur / mengajak manusia berinteraksi, seperti Pepper dari perusahaan komunikasi seluler Softbank, Jepang.

Berinteraksi dengan manusia? 

Iya, mereka menggunakan face recognition system, atau sistem pengenalan wajah dengan menggunakan kamera lalu diubah dalam bentuk data, diekstrasi lalu dicocokkan dengan database yang sudah tersimpan sebelumnya. Sedangkan teknologi seperti Siri (iPhone), menggunakan voice recognition system, yaitu sistem pendeteksi frekuensi suara lalu diubah dalam bentuk data selanjutnya. Hingga saat ini, kemajuan kedua sistem dapat dikatakan berkembang dengan pesat, namun belum sampai tahap pengenalan 100%, atau tanpa kesalahan sedikitpun.

170771
Source: http://www.ceron.jp

Negatifnya

Berkaitan dengan sistem kerusakan yang dapat terjadi pada software maupun hardware, yang dikarenakan faktor kesalahan perhitungan (human error) saat proses pembuatan robot. Kerusakan dapat berupa mesin yang tidak bergerak lagi, ledakan kecil hingga besar yang mungkin dapat mengancam keselamatan manusia. Selain itu, kebutuhan akan  tenaga kerja manusia pun dapat dikatakan menurun, karena para perusahaan produksi lebih memilih menggunakan tenaga kerja robot dengan efisiensi yang tinggi dan biaya yang tidak semahal untuk membayar kinerja manusia per-jam-nya.

Berkaitan dengan penemuan akan hal baru, tentu saja dapat menimbulkan pro dan kontra. Namun disinilah tugas manusia; sedapat mungkin menekan hal yang dapat menjadi kontra, kemudian fokus dalam perkembangan positif sehingga akan lebih banyak pro dan manfaatnya. Walaupun robot dapat membantu tugas dan kinerja manusia, namun tetap, posisi tersebut tidak dapat tergantikan sepenuhnya. Pencipta robot adalah kita, manusia, dengan banyak sekali kekurangan dan ketidaktahuan dalam semua hal. Sedangkan pencipta manusia, adalah Tuhan, yang Maha Mengetahui segalanya. Tentu saja ini sudah dapat menjawab segalanya, bukan?

Dan jika ada yang bertanya, “Apakah suatu saat robot dapat menggatikan peran manusia?”, aku akan menjawab, “Tidak.”

-G.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s