Angin

Jangan menjadi langit, karena takkan mampu kugapai jika terlalu tinggi.

Jangan menjadi bumi, karena kelak nanti aku takkan berpijak lagi disana.

Jangan menjadi mentari, jika kau akan terbenam pada petangnya senja.

Lalu jangan menjadi bulan, yang hanya memantulkan sinar, tanpa memberiku cahaya.
Jadilah angin, yang selalu ada disisi.

Yang bertiup, mengisi relung raga, maupun keluh jiwa

Yang selalu kubutuhkan di tiap waktu, hingga akhirnya Ia menjemput..

Selalu.ORIL3825_MG_5420 copy

-G.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s