And after this 5 years

spirited-away_01

Memasuki penghantaran di ujung tahun, ketika melihat kalender yang sudah menunjukkan bulan sepuluh-nya. Kali ini aku teringat, lima tahun lalu saat pertama kali menginjakkan kaki di Jepang. Saat turun dari pesawat JAL di bandara Narita untuk pertama kalinya, “Dingin…“, aku bergumam. Sambil menikmati pemandangan daun yang berguguran dari pohon di pinggir jalan, aku mengamati tiap sisi sudut kotanya. Hal yang baru bagiku dan sangat asing di mata.

Saat itu aku belum bisa berbicara bahasa Jepang dengan baik, malah aku hanya bisa membaca katakana-hiragana, dan kanji dasar. Berbicara bahasa Jepang pun aku masih terbata-bata, apalagi jika disuruh memperkenalkan diri di depan kelas saat pertama kali intensive bahasa Jepang dimulai. Perlahan dan butuh beberapa bulan hingga aku bisa mengerti percakapan hingga berbincang dengan lawan bicara, walaupun masih tergolong level pemula.

Setibanya disini, hampir tiap malam aku menangis. Tidak tahan dinginnya Jepang, belum terbiasa dengan makanan mentahnya, selalu tersesat ketika bepergian, dan masih banyak hal lainnya yang membuatku ingin kembali ke rumah, ke hangatnya pelukan orangtua. Ah, jika kembali mengingat masa-masa awal dulu, aku hanya bisa tersenyum, “Ano toki, yoku kuro shita no ne…(Tidak disangka dulu bisa berusaha dengan baik, ya..)”. Jika hanya terus membandingkan bagaimana “mewah”-nya kehidupan ku di Indonesia terhadap kehidupan disini, mungkin aku tidak akan bisa maju dan belajar bahwa segala sesuatu yang akan selalu kita kenang, berasal dari jerih payah dan keringat kita sendiri. Bukan orang lain. Dari sini aku mulai bangkit, mendorong diriku sendiri untuk melakukan hal yang dulu aku anggap terlalu berat untuk dilakukan seorang diri. Belajar, menulis report yang hampir ada setiap hari, mengerjakan pekerjaan rumah, memasak nasi sendiri, mencuci baju pakai tangan, setiap harinya.

Dan tak terasa kini telah memasuki tahun ke-lima. Dimana keadaan kurang lebih telah banyak mengalami perubahan, ke arah yang lebih baik. Dari yang cengeng, kini jauh lebih tegar. Dari yang tidak bisa bahasa Jepang sama sekali, kini telah menjadi seorang translator bahasa di sebuah perusahaan Jepang. Atau dari yang biasanya selalu menunggu alarm pagi dari papa untuk bangun, kini sudah bisa mengatur waktu sendiri. Tak disangka, semua berjalan begitu cepat walau lima tahun bukanlah waktu yang singkat.

Kemudian hanya tersisa kurang lebih satu setengah tahun lagi untuk berada di negeri samurai ini. Dan selama itu pula, masih akan banyak hal ataupun proses yang harus kulalui. Baik dari segi pendidikan, maupun dalam kehidupan pribadi. Perjalanan menuju tahap yang lebih baik, dan proses mencapai kedewasaan memang tidak akan mudah, tapi jika dijalani dengan sepenuh hati, dan pikiran positif, Insha Allah semuanya akan berjalan dengan lancar.

– G.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s