Camera Shooting Location Recommendation for Landmarks in Geo-Space

Author: Ying Zhang
Sch. of Comput., Nat. Univ. of Singapore, Singapore, Singapore
Zimmermann, R.

Date of Publication: 2013, August.

Sudah menjadi suatu kebiasaan jika saat kita berpergian ke suatu daerah wisata, tentu saja berfoto dengan landmark yang menjadi simbol objek wisata tersebut, sebagai kenang-kenangan bahwa kita pernah berkunjung kesana. Misalnya, kalau berliburan ke Singapura, kita pasti ingin mengunjungi Marina Bay Sands(MBS), yang terkenal di mata wisatawan asing. Tetapi, foto bersama landmark tersebut akan lebih bagus jika diambil dari posisi dan letak agak berjauhan dengan posisi saat pengambilan foto, karena kita ingin mengabadikan landscape dan foto gedung secara keseluruhan. Kemudian hal lain yang menjadi pertimbangan yaitu; waktu. Foto dengan latar belakang gedung-gedung tinggi tentu akan lebih bagus jika diambil saat malam hari karena akan memancarkan cahaya yang kemilau.

Thesis yang dipublikasi di Singapura pada 2013 ini, mengangkat tema tentang pembahasan posisi kamera dan waktu terbaik untuk pengambilan foto di landmark suatu objek wisata. Misalnya kita mengetik Marina Bay Sands pada situs Geo-Space, tentu saja akan banyak foto yang keluar. Namun diantara sekian banyak dari foto tersebut, beberapa diantaranya mungkin tidak mengandung unsur landmark yang kita maksud. Kenapa bisa demikian? Karena kemungkinan foto tersebut diambil di lokasi sekitar MBS, dan sistem mengetahui hal tersebut karena terkandung dalam informasi foto.

Screenshot 2015-08-26 23.30.32

Contohnya ketiga foto diatas, diambil di sekitar lokasi yang sama, yaitu MBS. Namun foto ketiga (paling kanan) tidak menunjukkan landmark MBS tersebut sama sekali. Oleh karena itu, sistem ini menggunakan fungsi filtering untuk menyaring foto apa saja yang termasuk kategori landmark yang dimaksud, lalu dikategorikan pada list yang sesuai.

Kemudian untuk algoritma, sistem ini menggunakan Gaussian Mixture Model untuk menganalisis pola distribusi dan membagi/mengelompokkan lokasi foto kedalam beberapa partisi, baik berupa spasial(2D) maupun spatio-temporal(3D).

Selanjutnya adalah kualitas gambar, semakin bagus kualitas foto, maka sistem akan menganggap bahwa sudut pandang objek jika diambil persis seperi contoh foto, akan menghasilkan foto landmark yang bagus. Dan sebaliknya, jika kualitas hasil foto jelek, maka tidak akan direkomendasikan ke user.

Hasil percobaan:

Screenshot 2015-08-27 01.59.28

Gambar diatas menunjukkan hasil percobaan kali ini. Berdarkan hasil (a) dan (b), kita dapat ketahui bahwa foto 1-10 menunjukkan rangking kualitas foto yang diurutkan oleh sistem. Lallu gambar (a) dan (c) menunjukkan distribusi wilayah foto landmark yang ramai dikunjungi serta hasil foto yang baik. Dan dari percobaan kali ini kita dapat pergi ke lokasi dengan rank tertinggi karena dari sana kita dapat berfoto dengan background landmark dengan posisi terbaik. Jadi, tidak perlu bersusah payah untuk mengetahui dari sudut andang mana kita harus mengambil foto. Cukup praktis ya! Apalagi bagi turis yang baru pertama kali datang ke suatu tempat wisata, tak perlu lagi kebingungan karena sudah ada sistem rekomendasi seperti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s