A crowd-based route recommendation system – CrowdPlanner

Author: Han Su
Univ. of Queensland, Brisbane, QLD, Australia
Kai Zheng ; Jiamin Huang ; Tianyu Liu ; Haozhou Wang ; Xiaofang Zhou

Date of Publication: 2014, March

Screenshot 2015-08-13 00.03.16

Aplikasi navigasi sangatlah membantu kita dalam mencari atau menemukan tempat dan alamat yang ingin kita kunjungi. Bagi saya, sistem ini memegang peranan penting, karena bukan hanya menemukan tempat yang ingin kita tuju, melainkan sistem juga memberi rekomendasi rute terbaik, yang biasanya merupakan jalan terpendek (jarak tersingkat). Tapi, hal ini menjadi pertanyaan, benarkah rute yang diberikan sistem navigasi ini adalah yang terbaik bagi setiap orang. Mengingat bahwa kebutuhan manusia berbeda-beda. Mungkin bagi si A, jalan dengan jalan terpendek adalah yang terbaik, walaupun kondisi jalan bolong-bolong dan tidak beraturan. Di sisi lain, si B lebih memilih jalan yang agak memakan waktu, namun kondisi jalan mulus.

Dari perbedaan kebutuhan ini, akankah lebih baik bahwa sistem juga merekomendasikan rute pilihannya pada tiap user. Dan thesis kali ini, menitikberatkan pada interface user dan sistem sehingga rute pilihan bukan hanya keputusan yang direkomendasikan sistem dari satu pihak. CrowdPlanner yang disebut sebagai sistem navigasi memiliki algoritma tersendiri, yaitu sebagai berikut:

  1. Data yang termuat dalam dunia internet, realtime traffic information, dan data dari user lain digunakan sebagai input data.
  2. Sistem menjalankan algoritma sehingga menghasilkan beberapa pilihan rute.
  3. Sistem memberi pertanyaan kepada user, “Untuk mencapai tempat A, apakah bersedia melewati jalan①pada jam xx:xx?”  Jika jawabannya “Ya” maka sistem akan memberi pengarahan melalui jalan tersebut, serta perkiraan waktu tiba di tempat tujuan.
  4. Jika jawabannya “Tidak”, maka sistem navigasi akan memberikan pertanyaan lain yang berkaitan dengan pertanyaan pertama, seperti: “Untuk mencapai tempat A, apakah bersedia melewati jalan②pada jam xy:xy?”
  5. Dan seterusnya khingga sistem navigasi dan user mencapai suatu kesepakatan rute yang ingin ditempuh.

Menurut saya, sistem navigasi ini cukup berbeda karena ada proses interface dan hasil dari titik balik berkomunikasi dengan pengguna. Jika dikembangkan lebih lanjut, bukan tidak mungkin bahwa sistem dapat memuaskan pengguna 100% dan memberi rute pilihan berdasarkan kebutuhan setiap orang. Dan bukan hanya dalam bentuk pertanyaan text saja, akan lebih baik jika proses pengenalan suara (voice recognition), serta kebiasaan pengguna sehari-hari menjadi salah satu input data salam proses algoritmanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s