Perkembangan Media Informasi

Seiring berkembangnya jaman yang semakin maju, sistem perangkat elektronik dan media komunikasi juga mengalami perkembangan pesat hingga sekarang. Dulu ketika saya masih kecil, mayoritas orang masih menulis dan mencatat sesuatu menggunakan alat tulis serta lembaran kertas. (Kebayang dulu berapa banyak buku catatan selama duduk di bangku sekolah. Haha.)

Namun sekarang, anak usia dibawah 5 tahun pun sudah di”kenal“kan dengan yang perangkat canggih, smartphone dan tablet, perangkat media elektronik yang seharusnya bukan menjadi kebutuhan mereka. Dan anak sd, sudah umum rasanya menggenggam blackberry ataupun iphone didalam kantong sakunya.

Tablet, laptop, smartphone, dan device canggih lainnya memang bukti bahwa manusia telah berhasil menciptakan penemuan-penemuan baru yang dapat men-support kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana tidak? Dalam satu genggaman smartphone saja, kita bisa mengakses informasi, baik berita langsung, streaming video, maupun berkomunikasi dengan orang lain. Tentu ini merupakan hal yang baik karena kita dapat mengetahui sesuatu hanya dari browsing di situs seperti google, wikipedia, bing, yahoo, dan situs terpercaya lainnya. Bukan hanya itu saja, kita juga mampu berkomunikasi jarak jauh, walaupun beda provinsi, negara, dan benua sekalipun menggunakan situs jejaring sosial dan aplikasi macam skype, line, bbm, etc. Dulu, informasi yang hanya dapat disebarkan melalui surat dan memakan waktu lama, kini hanya memerlukan beberapa detik bagi kita untuk mengakses segala sesuatunya.

Semua yang aku tulis diatas adalah dampak positif dari perkembangan media informasi dan perangkat elektronik. Tapi pernahkah kita merasakan dampak negatif dari semua itu?

Jujur, rasanya miris kalau melihat anak kecil tapi sudah pakai kacamata tebal dan pandangannya terfokus ke layar handphone ataupun gadget lainnya. Entah asyik nge-game ataupun ngelihat video kartun lainnya. Bukannya aku iri melihat mereka bisa menggenggam teknologi secanggih itu di umur yang kurang dari 5 tahun. Bukan. Justru miris.

11DISRUPTIONS-master675
While some tech parents assign limits based on time, others are much stricter about what their children are allowed to do with screens. Credit Jonathan Nackstrand/Agence France-Presse — Getty Images

Masih banyak hal diluar sana yang bisa mereka lakukan tanpa hanya terfokus pada satu layar. Di usia emas mereka layaknya dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi secara alamiah, gerak motorik, serta berkomunikasi dengan lingkungan sosial.

“So, your kids must love the iPad?” I asked Mr. Jobs, trying to change the subject. The company’s first tablet was just hitting the shelves. “They haven’t used it,” he told me. “We limit how much technology our kids use at home.”

Pernyataan diatas dikutip dari Steve Jobs perihal pengenalan media elektronik pada anak.(sumber:http://www.nytimes.com/2014/09/11/fashion/steve-jobs-apple-was-a-low-tech-parent.html?_r=1)

Well, ini memang cuma opini, gak ada bermaksud lain. Tulisan ini pun juga tercetus gara-gara pembahasan di kelas minggu lalu tentang dampak negatif media informasi dan perkembangan teknologi. Di permukaan layar, memang hal ini membantu kita dalam keseharian, tetapi dibelakangnya, masih banyak dampak negatifnya juga. Semua tergantung dari kita sendiri, mau menggunakannya tepat sesuai kebutuhan atau penggunaan yang salah dan tidak terfokus.

Kalau nanti punya anak, aku gak mau ngenalin perangkat ini-itu dulu. Biar belajar ngitung pake jari dan sempoa dulu, bukan kalkulator. Biarin dulu ngelukis pakai crayon dan kertas, bukan doodling di ipad. Dan yang terpenting, dia ngelihat orang tuanya secara langsung, bukan via skype atau line :’)

G.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s