339

Seperti ketika ini terjatuh

Lalu hitam, seperti kubangan luka

Besit di benakku tak mampu menahan lagi

Atau perih.

Entah apa yang membuat mataku mengalir.

Bukan lalu tawa di perhantaran malam.

Biarlah sejenak kusenandungkan riak perih.

Biarlah sejenak kudendangkan raungan kedap suaraku.

Kemudian terlelap pada pelukan duri.

dan bangun pada permulaan senja.

 -G.A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s