みんな、ありがとう

Februari.
Iya, sudah bulan Februari, dan itu berarti sebentar lagi wisuda. Pesan hakama, tulis skripsi, sidang pun sudah berakhir. Rasanya campur-aduk, antara sedih, karena bakal pisah dengan kawan lab, kawan satu angkatan, sensei” yang selama ini selalu ngebantu. Tapi disatu sisi aku juga merasa senang, bisa lulus dengan predikat seorang Engineer.
Hey guys, I’ll be missing you all. Terutama member lab; Koba-chan, Sakai, Takayama, Ucchi.
Si Kobachan, yang pagi selalu bikinin kopi, dan selalu jadi rekan diskusi soal mata pelajaran. Dari tahun pertama dia ga pernah sombong, mau bergaul dengan anak-anak dari luar negeri. Aku ingat betul sewaktu baru masuk kuliah, aku, Udara, dan Ni-chan, tiga mahasiswa asing, kebingungan tentang proses belajar disini. Bahkan terkadang kami tidak dapat mencatat semua tulisan sensei di papan tulis. Dan saat itu, Kobachan ini meminjamkan bukunya untuk kami pinjam lalu disalin.

Sakai-Sakadon. Yang kalo ngobrol selalu nyambung, mulai dari soal penelitian, sampe obrolan tentang eskrim rasa udon. Kebetulan meja kami sebelahan, dan si Sakai ini selalu rajin banget kerjain tugas dari sensei. Walaupun tema penelitian kita beda, dia selalu mau ngebantu masalah penelitianku. Terkadang, kalau ada pertanyaan tentang grammar bahasa Jepang, kerap kali aku bertanya kepada Sakai, karena entah mengapa penjelasan dia memang mudah ditangkap sehingga dengan cepat aku bisa mengerti.

Ucchi, dan Takayama, meja kita berseberangan, tapi kalau sudah bahas topik menarik, pada ngumpul di meja mereka ini sambil bercanda. Mereka berdua juga baik banget, sebelum aku test masuk S2, semua pada memberi masukan saran dan kritik mereka. Alhamdulillah, berkat usaha dan bantuan dari kalian, aku lulus di Universitas yang kudaftar. Arigatou 😀

Btw, ada kejadian yang sampe bikin aku menangis terharu. Yaitu ketika file data sidang pertengahan terhapus, padahal besoknya sudah harus dikumpul. Lalu mereka gak pulang sebelum tulisanku selesai. Berpuluh-puluh lembar essay, skripsi, bahan presentasi, semua mereka cek dan kasih pembenarannya hari itu juga. Gak tau lagi harus bilang apa selain terima kasih. Dan kemarin walaupun pulang part-time udah capek, aku sempetin bikin cake untuk mereka. Maaf cuma itu yang bisa aku kasih.

Sensei pembimbingku ada dua,  Yamasaki Sensei dan Matsushima Sensei,  mereka ini dosen paling baik di jurusanku. Selalu membimbing, memberi masukan tentang skripsi ini hingga akhirnya selesai sesuai harapan. Hari terakhir aku pergi ke kampus, bermaksud bertemu sensei pembimbing, namun karena mereka sedang bertugas diluar, maka aku gak sempat bertemu dengan mereka, hingga saat wisuda nanti.

Terlalu banyak memori yang ada, baik sewaktu masih di Hashimoto, maupun saat pindah ke kampus si Tokyo ini. Semua yang manis, pahit, bercampur menjadi satu, menjadi sebuah bentuk kenangan. Mungkin baru sekarang kerasa sedih, karena jujur di tahun ke 4 ini baru ngerasa nyaman dengan kondisi disini. Di tahun terakhir, aku dan teman-teman sudah mulai bisa berkomunikasi lancar, dari hal tentang penelitian sampai joke yang ga penting. Well, namanya hidup. Ada pertemuan-ada perpisahan. Aku beruntung dipertemukan dengan orang-orang sebaik mereka. Mungkin suatu saat kita bisa bertemu lagi. Walaupun bukan ngobrol biasa di bangku yang sama, ataupun kumpul bersenda gurau di meja Ucchi. Ya, seperti sekarang ini.

 Terimakasih Kawan, Terimakasih Sensei. Tanpa kalian, mungkin aku bukanlah seperti Ghita yang sekarang. Semoga kalian, kita, lebih sukses di step selanjutnya.

さよならではなく、また会いましょう!

ありがとうね、みんな(*^^*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s