“You Can(‘t) Seat With Us”

Siapa kita, yang bisa bicara bahwa diri lebih baik dari mereka. Siapa kita, yang memilih lawan bicara, bungkam jika merasa ia tak pantas, pergi tak membekas dengan dagu ditopang keatas.

Tanah. Kita semua berasal dari tanah, dimana semua kehidupan terlahir disana. Lalu dititipkan sebuah ruh, yang menjadikannya jiwa dalam raga, yang disebut manusia. Kita semua adalah sama, memiliki susunan rangka, jiwa, akal, dan hati. Lalu dengan perbedaan genetik turunan, lingkungan, sifat asal, terciptalah sebuah individu yang berbeda antara satu dan lainnya. Dengan kata lain, sebuah perbedaan akan semakin terlihat jelas seiring waktu serta perubahan disekeliling kita. Menurut saya, sebuah perubahan itu bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan alam sekeliling kita.

Bagai partikel angin, mengalir melalui celah ke tempat bertekanan rendah.

Atau air, mengalir mengikuti bentuk dimensi nyata. Continue reading ““You Can(‘t) Seat With Us””

Automation Dilema

Seiring dengan perkembangan teknologi, belakangan ini, hampir semua sistem disertai dengan fitur “Auto“, yang berarti mesin akan mengambil alih kerja yang harusnya dilakukan oleh manusia. Contoh umum adalah Automation system pada mobil, yang membantu para pengemudi untuk mengendarai mobilnya dengan mudah, tanpa harus menginjak pedal kopling. Atau, Automation system pada pesawat terbang, yang dapat mengontrol laju cepat, arah dan ketinggian pesawat secara otomatis. Tak hanya itu, banyak sekali contoh lain disekeliling kita dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam menggunakan Smartphone, kamera, serta teknologi lainnya.

Sekarang kita hidup di jaman dimana hampir semua sistem diciptakan untuk “memudahkan” tugas para penggunanya. Jika dilihat dari satu sisi, tentu saja hal ini membawa dampak yang sangat baik, karena dapat membantu manusia mengerjakan segala sesuatu menjadi lebih mudah. tak hanya itu, efisiensi pengerjaan tugas menjadi meningkat, dan wakktu yang digunakan menjadi lebih singkat. Dengan adanya Automation system ini, kita gak perlu ambil pusing dan bersusah payah untuk mengerjakan sesuatu secara manual.

Dimana system yang mengerjakan tugas, dan manusia hanya menjadi pengamat.

Namun, apakah Automation system ini selalu berdampak baik? Tentu saja tidak. Akan selalu ada pro-kontra, plus-minus, dalam penciptaan hal baru. Efek negatif yang diciptakan atau terlahir dari sebuah proses otomatisasi, disebut Automation dilema. Continue reading “Automation Dilema”

なぜ

何も感じることができない人間になってしまい。選択された道でしか歩まなきゃいけないという条件。
自分の幸せより、みんなの幸せが大事
自分の夢より、みんなの願いが優先にしなきゃいけないこと。
「フレームの一枚に、幸せそうなモノが実は一番苦しいことを抱いているのかもしれない」
笑顔なんて、芝居で誰でもできるもんだから。

私だって、口に出さずことが山ほどたくさんある。
悲しくて、どうしようもないとき。ただただ泣いてばかり。
もし、時間の旅できたら、こういう不幸なモノになりたくない。
すべて、過去のこと
全部、伝えきれない気持ちを
はっきり伝えたい。
中途半端のじゃ、胸が苦しくなる
毎晩考えても無駄だ。
時間を取り戻したい_mg_6917

ただ一つの願い

息も苦しい

同じ日の去年、研究室のくつろぎ部屋で友達と一緒に昼飯食べながらテレビを見たりした。先輩と遊んだり、研究のこともなんでも相談した。
けど、今はすべてが変わった。
相談できる人がいなくなったり、共に過ごした研究室の友達はみんな忙しくなってきた。後輩がいるけど、名前すら知らない、話すことが一回もないこと。それだけでなく、私は日本語あまり喋れなくて、論文読むのは(日本語で説明することも)とても苦手で、後輩に笑われて、馬鹿にされたことがある。
((こいつ何を言ってるかを全くわからない(苦い笑で)))
聞いた瞬間に、とてもびっくりして、どうしようもない。
確かに下手ですよ、わたし。あなたみたいに、論文をうまく紹介できませんので、申し訳ありません。

胸が痛くて、その時は泣くしかできなかった。なぜ、幸せな一年だった、全て変わったのか。なぜ、話したいとき、話せなくなるのか。
怖いです。とても怖い。
また文書が間違ったら、馬鹿にされるとか。
言葉が間違ったら、笑われるかもしれない。
プレゼンができないと、またブチ切れされるのか。
私は頭が良くないと、自分もわかった。変えたいです。生まれ変われば、このような人間として歩みたくない。選択肢がないから、こんなブスであり、馬鹿な女の子になってしまった。
今年の春からずっとずっと我慢してきて、なんか…最近、我慢の限界を感じてきた。
息も苦しい。

って思った私、最近また変なことを感じてた。
正直、自分は自分のことよくわからない。何が好き。何が嫌。
好きというのはただの気持ち。目に見えないもの。自分しか感じないこと。
嫌いも同じで、自分しかわからない。表現しなければ、誰でもわからないだろう。

人間って、表があり、裏もある。
白か黒。

あ、不思議。

Beasiswa di Jepang

  Beasiswa. Saya mendefinisikan beasiswa itu merupakan bantuan dana dan fasilitas bagi mahasiswa/i yang sedang menempuh jalur pendidikan agar dapat terfokus, tanpa ada halangan dan rintangan dalam masalah ekonomi. Alhamdulillah, saya sendiri merupakan penerima beasiswa sejak SMA, kuliah S1, dan S2 hingga saat ini. Oleh karena itu, saya ingin berbagi mengenai tipe beasiswa,dan tips untuk mendapatkannya.

 Menurut data Kedutaan Besar Republik Indonesia(KBRI) Tokyo, saat ini ada sekitar 2500 siswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa peluang belajar dan memperoleh beasiswa di Negeri Sakura ini dapat terbilang lumayan besar. Saya sendiri merupakan pelajar Indonesia yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan disini.

 Tak sedikit para sahabat serta orang yang saya kenal menanyakan ‘gimana sih supaya dapet beasiswa ke Jepang?’ atau berapa nominal yang saya dapat tiap bulan, serta pengeluaran dan biaya hidup disini. Dan jawabannya akan saya tulis di post ini.
Continue reading “Beasiswa di Jepang”

TIME TO CHANGE: Things will be better when we don’t care too much.

Tak perlu memberi tahu seberapa hebat dirimu, atau apa yang bisa kamu lakukan. Karena orang yang menyayangimu tak membutuhkan itu. Dan orang yang membenci, akan terus mencaci tanpa menghiraukan kebaikanmu.

Suatu ketika, aku pernah membaca sepenggal quotes yang berisi kurang lebih sama dengan yang tertulis di atas, lalu terdiam sejenak lalu berpikir. “Benar juga ya.. di dunia ini, bisa dikatakan hampir mustahil jika kita berharap semua orang berada di pihak kita dan melihat dari kacamata yang sama.”, gumamku.

Setiap individu berhak menyukai, membenci, dan mencinta berdasarkan pandangan mereka masing-masing. Kita tidak bisa mengontrol apa yang ada dalam pikiran mereka. Dan menerka, hanya akan membuat kita tersiksa, bahkan bisa menimbulkan sakit hati. Kita juga tidak punya wewenang untuk menutup mulut orang lain atau melarangnya untuk bicara. Biarkan saja mereka berkata apa yang ingin mereka katakan, toh hukum alam mengenai karma itu pasti ada, dan aku percaya itu.

Adalah lebih penting jika kita memfokuskan semua pada diri sendiri, bagaimana cara mengontrol pikiran agar tetap mengacu pada tujuan awal. Jangan biarkan lingkungan merubah diri kita, atau ucapan orang lain membuat kita terus kepikiran. Bahagia, adalah kata kuncinya.

Ada saatnya kita diam.

Menutup semua pandangan tentang dunia, walau kita tidak buta.

Ada baiknya kaki ini terus melangkah.

Tanpa henti, walau mungkin lelah untuk menopang semua penat dada.

Ada benarnya menghapus memori, setelah memaafkan.

Memaknai semua lembar baru dengan warna berbeda.

sign

Image Processing – TensorFLow

  • Berkaitan tentang image processing, dari beberapa sumber yang saya baca baik dari buku, jurnal dan website, mereka cenderung menggunakan Python Language sebagai bahasa pemrograman. Dan bagi para pengguna Mac iOS, Python itu sebenarnya sudah terinstall, jadi kita gak perlu mendownloadnya lagi. But, lebih baik menambahkan fitur virtualenv sebagai virtual environment, jadi walaupun versi Python di upgrade kita tinggal menambahkan beberapa package data yang dibutuhkan saja.
  • CUDA. Bagi kalian yang ingin melakukan proses menggunakan jumlah data yang besar (big data), akan lebih baik menambahkan fitur CUDA dari NVIDIA di GPU komputer. Penggunaan CPU biasa mungkin dapat memakan waktu lama dan kita sulit melakukan operasi tasks lain dalam waktu yang bersamaan. Tapi kalau kita menjalankannya di GPU, waktu yang digunakan mungkin menjadi lebih singkat, sementara kita bisa melakukan tasks lain menggunakan CPU.
  • Image processing memerlukan kapasitas disk yang cukup besar, lebih baik jangan menggunakan laptop dalam menjalankan semua proses dan menyiman data.
  • Bagi yang mau coba tutorial Deep Learning/ Machine Learning, saya sarankan  agar tidak meng-input data terlalu banyak. Dari 3 hari lalu dan sampai sekarang, saya masih menunggu si ‘sistem belajar’, karena menggunakan image data sebanyak 20.000 lembar. (iMac OS X El Capitan, 3 GHz Intel Core i7, Library: Cifar10)
  • Dan di Macbook Pro OS X Yosemite, saya menjalankan prosess DL menggunakan Tensorflow (Google Opensource Library), dan prosessnya hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja, dengan data input sebanyak 1200 image data.

Asking, Judging, Repeat.

Memasukki minggu kedua di bulan Ramadhan, dan itu berarti tinggal 2 minggu lagi sebelum pertanyaan-pertanyaan dengan frekuensi melebihi 20kHz bermunculan. Yang anehnya, pertanyaan ini sangat sering ditanyakan oleh orang yang mungkin kita ga kenal, atau hanya pernah bertemu sekali-dua kali saja.

We need “filters” to our ears.

“Kapan nyusul? Kapan marriednya? Udah umur berapa lho, masa ga nikah-nikah?”. Ini  adalah contoh pertanyaan yang sering diluncurkan kepada pasangan yang pacaran udah lama tapi belum juga mengambil keputusan buat menikah. Atau kepada mereka yang sudah menikah tak jarang mendapat pertanyaan, “Udah isi belum? Kamu udah hamil? Anaknya laki-laki atau perempuan?”, dengan santainya meluncurkan pertanyaan klise hanya untuk sekedar berbasa-basi tanpa memikirkan perasaan orang yang ditanya. Terlebih saat berkumpul bersama saat momen hari raya, hari dimana kita saling bercakap tentang hal baik di hari yang mulia.

Memutuskan untuk menikah, bukan hal yang mudah, seperti membalik telapak tangan.

Dan dikaruniai seorang anak, bukan seperti membuat kue, tinggal campur adonan, kemudian langsung jadi.

Continue reading “Asking, Judging, Repeat.”